Rabu, 02 November 2016

MAKSIMALKAN PEMBANGUNAN NAGARI

MAKSIMALKAN PEMBANGUNAN NAGARI

LPPM IAIN Batusangkar Lakukan Pembinaan Penyusunan RPJM Nagari



Pembinaan Penyusunan RPJM Nagari di Kec. Sumpur Kudus. Dari kiri ke kanan (Wali Nagari Tj. Bonai Aur Selatan, Sekcam. Sumpur Kudus, Drs. Edi Indrizal, M.Si., dan Drs. Afwadi) 


Berdasarkan Permendagri Nomor 114 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa, yang dimaksud dengan Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM Daerah) merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP Daerah) dan memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM Nasional). RPJM Daerah memuat arah kebijakan keuangan daerah, strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, dan program Satuan Kerja Perangkat Daerah, lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.
RPJM Daerah dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP), memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja, dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
RPJM Daerah dilengkapi dengan matriks indikasi program yang merinci tujuan beserta indikator dan targetnya, sasaran beserta indikator dan targetnya, kebijakan, dan program untuk masing-masing misi.
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) laksanakan pembinaan penyusunan RPJMD di tiga nagari di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Ketiga nagari tersebut adalah Nagari Kumanis, Nagari Tanjung Bonai Aur dan Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan, pada Hari Minggu, 10 Oktober 2016, bertempat di ruang pertemuan Kantor Wali Nagari Kumanis. Kegiatan ini didampingi langsung oleh LPPM IAIN Batusangkar dan juga menghadirkan pemateri yang berpengalaman dalam bidang pemberdayaan masyarakat, Drs. Edi Indrizal, M.Si., Dosen Antropologi Universitas Andalas.
Dalam sambutannya, Drs. Afwadi dari LPPM IAIN Batusangkar mengatakan, melalui hasil diskusi LPPM dengan pihak ketiga nagari, yang ikut serta dalam kegiatan ini, telah mulai merancang RPJM masing-masing namun dirasa perlu adanya revisi atau review terhadap RPJM yagn sudah dirancang.  RPJM disusun sesuai dengan aturan, yang merupakan gambaran terhadap rencana pembangunan nagari baik berbentuk fisik/infrastruktur maupun pembangunan dalam segi Sumber Daya Manusia (SDM) nya, sebagai standar untuk mengukur ketercapaiannya. “Masyarakat dan pemerintah nagari harus bersinergi dalam mewujudkannya, dalam hal ini tiga nagari yang terlibat adalah pionir yang implementatif dalam pembangunan nagari di Kecamatan Sumpur Kudus khsusnya” ungkap Afwadi.
Acara yang dibuka langsung oleh Sekretaris Camat Sumpur Kudus, Eri Suherman, SE., ini dihadiri oleh kurang lebih 40 peserta terdiri dari tim penyusun/perumus masing-masing RPJM Nagari dan tamu undangan lainnya. Setiap tim penyusun beranggotakan antara 7 samapai 11 orang, sesuai yang ditentukan oleh Undang-Undang. Eri berharap hasil yang di dapat dari kegiatan ini, semoga terealisasi dengan baik dan diridhai Allah Swt., serta berkelanjutan dan disesuaikan dengan anggaran dana.
Penamaan Desa di Indonesia sama dengan apa yang dimaksud dengan istilah Nagari di Sumatera Barat. Desa merupakan jantungnya Kabupaten/Kota. “Kabupaten/Kota tidak mungkin maju dan sejahtera apabila pembangunan Nagari diabaikan, atau tidak diprioritaskan atau tidak diurus dengan sebaik-baiknya kata Edi Indrizal di awal penyampaian materi. Desa/Nagari bukan sebatas pengertian bentang wilayah di kawasan daratan, dataran tinggi, dataran rendah, pantai, rawa, atau daerah pasang surut, atau lainnya, melainkan sekaligus kesatuan manusia dan masyarakatnya.
RPJM Nagari menekankan tentang pentingnya menterjemahkan secara arif tentang visi, misi, dan agenda Wali Nagari terpilih dalam tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan pembangunan yang merespon kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta kesepakatan tentan gtolok ukur kinerja untuk mengukur keberhasilan pembangunan daerah dalam 5 tahun ke depan. Perencanaan desa/nagari adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan desa bersama masyarakat. Tanpa perencanaan, program pembangunan desa/nagari hanya menjadi daftar kegiatan tanpa arah tujuan.
Akhir kegiatan ini di dapat kesepakatan dalam bentuk rencana tindak lanjut, berupa mempersiapkan kelengkapan administrasi, termasuk memulainya dari tahap awal sebagai laporan administratif, melakukan review antara realisasi dengan target yang hendak dicapai serta penyelarasan RPJM Nagari dengan RPJM Daerah Kabupaten Sijunjung.


Drs. Edi Indrizal, M.Si., saat memberi materi pada acara pembinaan

Minggu, 09 Oktober 2016

PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT

PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT

LP2M IAIN Batusangkar Sosialisasi Kampung Islami di Nagari Tanjung Bonai Aur Sijunjung

Drs. Afwadi, Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Batusangkar saat membuka diskusi bersama Tokoh Masyarakat dan Bundo Kanduang. (Foto dari kiri-kanan: Drs. Afwadi, Kabid. Pengabdian, Adam, Wali Nagari TBA, Yusrizal Efendi, S.Ag., M.Ag., Ketua LPPM IAIN Batusangkar dan Anggota BPN TBA)

Sijunjung - Falsafah hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) adalah entitas budaya masyarakat Minangkabau (Sumatera Barat). ABS-SBK adalah bukti keselarasan antara nilai-nilai adat dengan nilai-nilai agama. Secara sosio-historis, fakta membuktikan bahwa ABS-SBK mampu menjadi pondasi dalam pembangunan karakter masyarakat (khususnya anak) di Minangkabau, sehingga menjadi pribadi yang mandiri, rendah hati, patriotik, dan sekaligus menjadi tulang punggung bangsa, Negara dan agamanya. Perubahan sosial telah mengikis nilai-nilai ABS-SBK sehingga tidak terlihat lagi dalam tatanan kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau.
Beranjak dari hal tersebut, harus ada upaya reaktualisasi dan revitalisasi terhadap nilai-nilai ABS-SBK, terutama dalam membangun karakter anak Minangkabau hari ini dan untuk masa yang akan datang. Penerapan kembali nilai-nilai ABS-SBK ke dalam prilaku kehidupan sehari-hari memerlukan keseriusan dan komitmen semua elemen dalam Kampung dan komunitas masyarakat. Komitmen itu dibangung menuju perwujudan Kampung / kampung dengan komunitas / penduduk yang berprilaku Islami guna menunjukkan keteladanan terhadap generasi muda berbasis nilai-nilai ABS-SBK khususnya terhadap Anak Usia Dini, Anak Usia Sekolah dan Remaja.
Urung Rembuk Pemerintah Daerah/Nagari dengan Ninik Mamak, Pemangku Adat, Bundo Kanduang, Urang Sumando,  dan Pemuda dalam Kampung guna membangun komitmen kesiapan memberi keteladanan bersikap, berbicara dan berpakaian, sekaligus penandatanganan plakat kesepakatan bersama. Tujuannya, adalah sebagai sosialisasi Pentingnya Peran Ninik Mamak dan Pemangku Adat dalam me-reaktualisasi dan revitalisasi nilai-nilai ABS-SBK dalam membentuk karakter anak kemenakan di Minangkabau. Membangun komitmen keterlibatan ninik mamak dan pemangku adat dalam mewujudkan prilaku Islami di masyarakat.
Kamis, 07 September 2016 bertempat di Masjid Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar bekerjasama dengan Pemerintah Nagari Tanjung Bonai Aur mengadakan sosialisasi mewujudkan Kampung Islami di nagarai tersebut. Sosialisasi dilakukan setelah shalat isya, dengan mengundang peserta dari Pemangku Adat, Ninik Mamak, Walinagari, Walijorong dalam Kampung, Bundo Kanduang, Pemuda dan Tokoh Masyarakat dalam Kampung atau diperluas. Turut hadir juga pada malam itu Bapak Sunardi, anggota DPRD Kab. Sijunjung.
Ketua LP2M IAIN Batusangkar, Yusrizal Efendi, S.Ag., M.Ag., yang didampingi Kepala Pusat Pengabdian, Drs. Afwadi, beserta rombongan, dalam sambutannya menggambarkan bahwa perwujudan Kampung Islami tersebut merupakan keberlanjutan dari program-program dampingan desa, masjid/surau dan pondok pesantren/madrasah. “Kampung Islami itu sendiri adalah program perwujudan masyarakat dalam bentuk pola pikir, tingkah laku, berbicara dan bepenampilan yang sesuai dengan nilai-nilai agama", kata Yusrizal.
Datuk Simarajo selaku ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tanjung Bonai Aur, mengatakan bahwa Ninik Mamak di Nagari pada prinsipnya menyokong gerakan program kampung Islami. “Kami dari Ninik Mamak sudah mulai membentuk nuansa Islami bagi anak kemenakan di nagari. Seperti membebaskan biaya dan segala bentuk iuran bagi siswa Madrasah yang hafidz al-Qur’an”, ungkap Dt. Simarajo.
Dalam sambutannya, Adam, Walinagari Tanjung Bonai Aur menyampaikan bahwa pemerintah nagari akan bekerjasama dengan IAIN Batusangkar khususnya dalam program perwujudan kampung Islami. Adam mengajak, masyarakat untuk mendukung realisasi program tersebut demi pertumbuhan dan perkembangan karakter anak kemenakan yang sesuai dengan nilai adat dan nilai agama. Sunardi, Tokoh Masyarakat yang juga anggota DPRD Kab. Sijunjung menyadari bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat berada pada konteks social-budaya dan sosial-politik. Menurutnya, peningkatan pendidikan caik secara formal maupun informal dan kemajuan teknologi tidak diiringi dengan peningkatan kualitas moral dan etika. “Peningkatan tersebut tidak diwarnai dengan ilmu agama dan ilmu adat istiadat”, tambah Mantan Wali Nagari Tanjung Bonai Aur ini.
Musyawarah yang dipimpin oleh Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat LP2M, Drs. Afwadi, dalam agenda sosialisasi tersebut menunjukkan pemahaman yang sama bahwa sosial masyarakat Minangkabau dewasa ini tampak ada indikasi saling menyalahkan dalam perkembangan nilai-nilai ditengah masyarakat, antara generasi muda dengan generasi tua. Padahal seharusnya, dalam ajaran Minangkabau dimana kemenakan adalah tanggungjawab bagi mamak, dan didikan terhadap anak adalah tanggungjawab orang tua. Guna menggiring pola pendidikan seperti itu, agar sesuai dengan falsafah ABS-SBK diperlukan adanya kesepakatan dan komitmen semua elemen masyarakat agar karakter anak-kemenakan nantinya dapat sesuai dengan ajaran nilai agama dan adat. (hru)

Senin, 26 September 2016

Kamis, 25 Agustus 2016

IAIN Batusangkar, MoU dengan Perguruan Tinggi Islam Terkemuka Di Brunei Darussalam

IAIN Batusangkar, MoU dengan Perguruan Tinggi Islam Terkemuka Di Brunei Darussalam

Tiga Perguruan Tinggi yang Bernafaskan Islam ini sepakat Tingkatkan Mutu Pendidikan dari berbagai Ilmu.

Humas IAIN Batusangkar : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, lakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kolej Universiti Perguruan Ugama (KUPU). Sri Begawan dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISA) Brunei Darussalam, (27 s/d 28-07)

Nota kerjasama ini langsung ditandatangani oleh Pemangku Ra’es KUPU SB, Dr. Haji Adanan bin Haji Basar, Pemangku Timbalan Ra’es KUPU SB, Dr. Abang Haji Hadzmin bin Abang Haji Taha serta pemangku pendaftar KUPU SB, pegawai-pegawai utama KUPU SB dan juga dekan-dekan fakulti serta pengarah-pengarah KUPU SB di Bilik Hikmah, KUPU SB.( http://mediapermata.com.bn/index.php/2016/07/rombongan-iain-lawat-kupu-sb-2/)

Sementara itu di perguruan tinggi yang terkemuka di negara berjukan negara sangat tentram dan juga mengandalkan ekspor hasil buminya yakni Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISA) Brunei Darussalam, Rektor dan Wakil Rektor III disambut juga oleh Rektor UNISSA, Dr. Haji Mohammed Hussain bin Pehin Penyurat Haji Ahmad.

Foto bersama Pimpinan KUPU

Kunjungan dua institusi tersebut adalah untuk menjalinkan hubungan kerjasama dari sudut akademik dan aktivitas-aktivitas bersesuaian agar dapat merapatkan lagi jalinan di antara institusi Pengajian Islam di rantau Asia dan antara bangsa.( http://www.unissa.edu.bn/unissa-alu-alukan-kunjungan-dua-institusi/)

Kedua institusi itu melihat bahawa UNISSA dan KUPU mempunyai potensi dalam mengembangkan di bidang kajian ilmiah, apala lagi Negara Brunei Darussalam adalah sebuah negara yang mengamalkan kehidupan beragama yang sangat kuat.

IAIN Batusangkar sendiri langsung di Hadiri oleh Rektor Dr. H. Kasmuri, MA. dan di dampingi Bapak Dr. Rizal, M.Ag Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Pihak IAIN sendiri, memang harus membuka diri dengan perkembangan ilmu teknologi dan ke Islaman. Sehingga saling menguatkan antar perguruan tinggi yang satu dengan perguruan tinggi lainnya yang senafas.

Foto penandatangan MoU KUPU

Kasmuri mengatakan kegiatan atau penandatangan MoU ini sebagai bagian dari upaya kedua perguruan tinggi islam antar Indonesia dan Brunei Darussalam untuk dapat meningkatkan mutu dan kualitas dosen dan mahasiswa demi persaingan ke depan.

Nantinya hubungan kerjasama ini akan melahirkan pemikiran-pemikiran baru dalam memajukan dunia pendidikan, terutama Bagi Institut Agama Islam Negeri Batusangkar sendiri, baik dalam bidang penelitian, Pengabdian dan akan berlanjut dengan pertukaran Mahasiswa dan Dosen nantinya Kedepan.(Dn/Hm)
IAIN Batusangkar siapkan pelayanan prima

IAIN Batusangkar siapkan pelayanan prima


Humas IAIN Batusangkar : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar lakukan pendaftaran ulang bagi mahasiswa baru yang lulus seleksi melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Pergururan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun 2016 pada Senin (13/06) di Auditorium IAIN Batusangkar.

Jumlah mahasiswa yang lulus seleksi jalur SPAN-PTKIN tahun 2016  di IAIN Batusangkar sebanyak 1.353 mahasiswa dari  4.206 orang yang minat masuk ke IAIN Batusangkar, angka ini menunjukan peningkatan peminat masuk ke Perguruan Tinggi Agama Islam, terutama ke IAIN Batusangkar yang telah alih status dari STAIN Batusangkar Menjadi IAIN Batusangkar. Pendaftaran ulang ini akan diadakan selama empat hari kedepan mulai pada tanggal, 13 s/d 16 juni 2016.

Sementara itu sebanyak 683 calon mahasiswa (cama) tercatat akan mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) di IAIN Batusangkar. Tes dijadwalkan serentak di seluruh PTKIN se-Indonesia pada Selasa-Rabu (14-15/6).

Calon mahasiswa baru ini akan memperebutkan sekitar 1600 kursi yang tersebar di empat Fakultas. Yakni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan terdiri dari sepuluh Jurusan, Fakultas Syariah tiga Jurusan, Fakultas Uslhuluddin, Adab dan Dakwah dua Jurusan dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam tiga jurusan, jumlah tersebut dibagi tiga, 50 persen jalur SPAN PTKIN, 30 persen UM PTKIN dan 20 persen Jalur Mandiri dari total penerimaan mahasiswa baru tahun 2016.

Rektor IAIN Batusangkar Dr. H. Kasmuri, MA mengatakan dalam penerimaan mahasiswa baru tahun 2016, seluruh aspek harus meningkatkan pelayanan yang prima bagi mahasiswa baru, baik yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi SPAN PTKIN, maupun yang akan masuk dalam seleksi Ujian Masuk (UM PTKIN) dan Ujian Masuk Mandiri, menerima mahasiswa baru tauhn ini berbeda pada tahun-tahun sebelunya, pada tahun ini kita perdana meneriam mahasiswa baru IAIN Batusangkar, yang telah di SK kan oleh Presiden Republik Indonesia Pada bulan Desember tahun 2015 yang lalu dari STAIN menjdi IAIN Batusangkar, “ungkap kasmuri”

Harapan kasmuri, untuk meningkatkan pelayanan bagi mahasiswa baru tahun 2016, pihak kampus terus berupaya memberbaharui segala aspek dalam menunjang pemblajaran di IAIN Batusangkar, baik Ruang Belajar, Perpustakaan digital Librari, Labor MIPA, Multimedia, Hardware, Micro Teaching, Bank, Peradilan dan Labor komputer, dengan layanan E-Campus menggunakan Internat gratis setiap mahasiswa.

Dalam tahun berjalan ini kita sudah mulai memakai ruang belajar yang kita siapkan di Kampus dua IAIN Batusangkar di nagari cubadak/Parambahan, nantinya satu Fakultas Uslhuluddin, Adab dan Dakwah dengan dua jurusan yang kita tetapkan di kampus dua IAIN “Ungkap rektor”

Di sisi lain Naura Rahmatur Rezky yang telah dinyatakan lulus dalam Jalur SPAN-PTKIN merasa bangga lulus di IAIN Batusangkar, karena ia dulu tau STAIN Batusangkar, tpi kini telah berubah menjadi IAIN Batusnagkar, Naura yang juga lulusan Madrasyah Aliyah ini yang mengambil Jurusan Kimia baru tahun ini di buka di IAIN Batusangkar, Naura mengatakan ia akan bangga menjadi lulusan Jurusan Kimia pertama di IAIN Batusangkar ungkap wanita kelahiran Palangki Sijunjung ini.(Hm/dn)